Assalamualakum. Wr. wb
Halo lurr sedulur salam blarr blarr, kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang lika liku saya mainan motor GL 100. Saya sebenarnya hobi mainan motor alias mbengkel, tapi khusus motor Honda Classic aja seperti CB dan GL 100 yang sampai saat ini masih eksis didunia classic. Jujur saja saya suka main pake motor tersebut karena rasa persaudaraan dan solidaritasnya ketika dijalan sangat terasa sekali lurr. Misalnya saja ketika kita berpapasan dengan sesama pengguna Honda Classic CB maupun GL 100 selalu disapa dengan klakson ataupun terkadang juga dengan blayerr. Selain hal tersebut, ketika motor mogok maka akan ditolong juga oleh mereka.
Kenapa saya
memilih GL100?
Singkat cerita aja ya lurr, dulu kakek saya pernah
punya motor ini dan dia menyebutnya dengan sebutan anak lanang atau anak laki.
Kakek saya sangat sayang dengan motor tersebut. Tapi seiring berjalannya waktu
motor kesayangannya tersebut akhirnya dijual karena sering mogok dan kurang
bisa merwatnya. Dulu sewaktu saya masih kecil ketika jalan-jalan selalu disuruh
naik didepan dan duduk diatas tangki. Hal itulah yang membuat saya selalu
mengingat kenangan dengan almarhum kakek saya sampai saat ini ketika naik GL
100. Kok jadi sedih ya lurr haha....
Lanjut
cerita ya lurr.... diatas adalah foto yang saya ambil ketika membeli GL 100.
Saya sengaja memilih membeli GL 100 yang sudah butut karena murah harganya
lurrr hahaha. Saya dapat bahan GL 100 tersebut dengan harga 2 juta. Mesinnya
hidup dan masih standar 100 cc cuman pengapiannya sudah diganti dengan Astrea
Grand.
Okee sesampainya dirumah motornya lansung saya
bongkar bongkar lurr, walaupun gak tau nanti bisa masangnya lagi atau engga
wkwkwkw.......bercanda kok lurr.
BORE UP GL 100 JADI 200 CC
Karena nantinya motor ini mau saya pakai untuk
touring maka dari itu saya pengen motor ini ga lelet banget kayak kura-kura,
maka saya bore up GL 100 jadi 200 cc alias standar honda Tiger. Faktor yang membedakan
cc antara Honda Tiger dengan GL 100 terletak pada askruk. Askruk GL 100 lebih
ringan dan diameter daunnya lebih kecil dari tiger, hal itu menyebabkan torsi
yang dihasilkan juga kecil alhasil lari motorpun jadi kurang kencang. Selain
itu langkahnya juga lebih pendek, yaitu 49,5 mm. Faktor lainnya yaitu diameter
piston dan diameter klep in maupun ex.
Secara singkat spek Honda Tiger yaitu untuk askruk daunnya diameter lebih besar dari GL 100 dan juga lebih berat sehingga torsi yang dihasilkan juga lebih besar yang membuat tenaga motor jadi besar. Langkah askruk Honda Tiger yaitu 62,5 mm. Diameter piston yaitu 63,5 mm.
Sudah jelas kan faktor yang membuat beda cc nya lurr
sedulurr. Yapp bener sekali yaitu askruk, piston, dan klep. Untuk itu saya
mengganti semua komponen tersebut dan saya sesuaikan di Honda GL 100 saya.
Pertama saya mengganti askruk GL 100 dengan punya Honda Tiger. Askruk standar Honda Tiger belum pnp alias plug and play di Honda GL 100 ya lurr, perlu penyesuaian yaitu harus memotong as magnit. Karena punya Honda GL 100 as magnitnya pendek. Untuk hal ini cukup kita pasrahkan ke tukang bubut saja sudah beres kok lurr.
Kedua yaitu mengganti piston pake punya Honda Tiger.
Karena diameter piston antar Honda Tiger dengan GL 100 selisihnya cukup besar
maka harus mengganti liner pada blok juga. Ada dua pilihan, yaitu mengganti
blok Tiger atau tetap memakai blok GL100. Untuk kalian yang ingin tetap tampil
standar GL 100 ya pakailah blok GL 100. Jika memakai blok GL 100 maka harus
mengganti linernya sesuai diameter piston Tiger, maka kita pasrahkan juga ke
tukang bubut.
Ketiga yaitu mengganti klep, noken dan templar pakai
punya Tiger. Anda bisa pakai cilinderhead GL 100 dan mengganti isinya dengan
punya Tiger. Namun jika ingin mudah dan cepat yaitu dengan cara mengganti
cilinderhead punya Tiger.
Untuk mesin bagian bawah saya tetap memakai bawaan
GL 100 hanya mengganti drafgear pakai punya Honda Tiger. Jika sudah naik cc
maka saya sarankan ganti drafgear punya Tiger atau Megapro ya lurr, karena jika
masih pakai punya GL 100 maka lari motor masih kurang maksimal dan nantinya
motor akan terasa sangat getar. Sedangkan pengapian saya memakai standar astrea
grand ya lurr. Karburator pakai punya Honda Megapro.
Mungkin cukup sekian cerita saya tentang Bore Up GL
100 jadi 200 cc. Sampai jumpa di cerita selanjutnya lurr. Selamat beraktivitas
para sedulurr.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar